Pemkab Aceh Timur Ikuti Rakor Penanganan Covid-19 Secara Virtual dengan Pemerintah Aceh

  • Whatsapp

KeizalinNews.com, Aceh Timur – Kepala Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur beserta jajaran Forkopimda menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Mitigasi Bencana Wilayah Aceh di Aula Sekdakab Aceh Timur, Selasa (20/4/2021).

Acara itu digelar secara virtual melalui video conference oleh Pemerintahan Aceh, yang turut dihadiri oleh Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, unsur DPRA serta sejumlah instansi lainnya dari jajaran Pemerintah Aceh.

Bacaan Lainnya

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Doni Monardo pada kegiatan itu turut mengingatkan masyarakat agar jangan pernah lengah, karena Covid-19 masih ada, bahkan belum diketahui kapan pandemi ini akan berakhir.

“Kita harus bekerja kerasa untuk memutuskan mata rantai Vovid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan,” ujar Doni Monardo.

Selain itu, Doni Monardo juga turut mengingatkan tentang Mitigasi Bencana di Provinsi Aceh, menurutnya berdasarkan pengalaman bencana Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 lalu, penanaman pohon disepanjang pantai sangat penting untuk mengurangi dampak bencana, seperti menanam manggrove, Ketapang sejumlah pohon lainnya yang akarnya kuat dan berumur panjang.

“Menyangkut masalah mitigasi bencana Aceh dianggap sudah terlatih berdasarkan pengalaman bencana dahsyat saat tsunami 26 Desember 2004, Aceh termasuk kawasan rawan bencana seperti gempat yang siklusnya ratusan tahun, untuk itu penanaman pohon disepanjang bibir pantai itu sangat penting agar dapat mengurangi dampak dimasa yang akan datang,” sebut Doni Monardo.

Acara itu dihadiri Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin H.M. Thaib SH yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan Sekdakab Aceh Timur Syahrizal Fauzi S.STP M.AP, Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.I.K, MH, perwakilan dari Kajari Aceh Timur, serta perwakilan dari Dandim 0104/Aceh Timur.

Acara juga turut diikuti oleh sejumlah instansi lainnya seperti Kepala BPBD, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah, para Kepala Puskesmas dan jajarannya ditempat terpisah. (Sumber: Liputan Diskominfo Aceh Timur) (Nzr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *