Sistem Jaringan ATM BSI Susah, Konsumen BSI Ngeluh, Ini Kata Pimpinan Cabang BSI Takengon

  • Whatsapp

Keizalinnews.com TAKENGON – Semenjak dikeluarkannya Qanun Aceh No. 11 Tahun 2018 tentang lembaga Keuangan Syariah adalah Peraturan Perundang-undangan yang mengatur tentang kegiatan lembaga Keuangan dalam rangka mewujudkan ekonomio masyarakat Aceh yang adil dan sejahtera dalam naungan Syari’at Islam.

Qanun ini merupakan tindak lanjut Qanun Aceh no. 8 Tahun 2014 tentang pokok-pokok syariat islam yang secara tegas telah mewajibkan bahwa lembaga keuangan yang beroperasi di Aceh wajib dilaksanakan berdasrkan prinsip Syari”ah.

Bacaan Lainnya

Qanun ini berlaku sejak tanggal 4 Januari 2019 dimana Lembaga Keuangan yang beroperasi di Aceh wajib menyesuaikan dengan Qanun ini paling lama 3 (tiga) tahun sejak Qanun ini diundangkan, membuat beberapa bank konvensional yang berada di Aceh melakukan peralihan sistem jaringan BSI juga peralihan fisik.

Seperti yang dulunya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) kini telah beralih nama dan sistem menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI), semua sistem manajemen, aturan dan fisiknya ikut berubah, sehingga konsumen BRI Konvensional yang lama ditukar rekening tabungannya ke BSI, yang saat ini menuai kendala dan keluhan bagi Konsumennya.

Selain jaringan juga ada sistem perpindahan dari BRI ke BSI yang masih belum rampung, sehingga membuat terjadinya kendala penarikan uang di beberapa Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berada diseputaran kota Takengon.

Namun menurut Pimpinan Cabang BSI Takengon Moch Arif Rahman, saat ditemui awak Media Keizalinnews.com di ruang kerjanya Kantor BSI Cabang Takengon Jln. Yos Sudarso Kp. Blangkolak 2 Kec. Bebesen Kab. Aceh Tengah, pada Senin (03/05/2021) ia mengatakan,” untuk saat ini kita sedang melakukan proses Menten atau pemindahan jaringan juga fisik, karna yang selama ini awal nya semua jaringan investor dari BRI, itu yang membuat kita sedikit kendala,” kata Arif.

“Namun semua itu kita bisa pastikan dapat diatasi, seperti ada ATM yang ditempat kita saat ini ada 5 (lima), misalnya ada 3 (tiga) yang enggak bisa digunakan yang 2 (dua) masih tetap bisa digunakan, jadi bukan berati transaksi nasabah tidak bisa teratasi, kita upayakan nasabah tetap bisa transaksi, inikan jaringan sebagian masih BRI akan kita ubah secepatnya ke jaringan BSI jadi kita saat ini sedang melakukan penyesuaian-penyesuaian, intinya kita tetap prioritaskan konsumen,” papar Pimcab Takengon.

Apabila ada transaksi, lanjut Arif,” misalnya seperti ada pengirim dari luar kota ke konsumen yang disini, yang mengirim sudah terpotong slip ditransaksinya dan belum ada masuk ke rekening si penerima, kita bisa printkan di kantor BSI setempat hasil transaksi nya, karna keamanan transaksinya sudah dijamin oleh negara, jadi tidak ada yang nyantol transaksinya,” jelas Moch Arif Rahman dengan bahasa sedikit medok asli anak Surabaya.

Jadi biar lebih jelasnya,” jika ada kendala di ATM cepat laporkan ke Bank BSI Cabang-cabang di Takengon, karna pada saat ini beberapa bank yang dulunya di BRI unit kini sudah seluruhnya menjadi cabang BSI, termasuk bekas bank mandiri yang di jalan lintang kini menjadi kantor BSI Cabang Takengon Sengeda 1 (satu), BRI putri ijo yang di paya ilang, kini menjadi BSI Cabang dan memiliki tanggung jawab masing-masing pimpinan cabang,” tegas Arif Rahman. (Indra G)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *