Pembangunan Jalan Tol Cigatas dan Getaci Bandung-Cilacap, dan Perkembangannya

KeizalinNews.com Bandung —Pembangunan jalan tol Bandung-Cilacap yang akan di mulai dari gerbang Cigatas dari Cileunyi Bandung dan gerbang Getaci dari Gede Bage. terus mengalami proses, bahkan pembangunan untuk tahap berikutnya sudah mulai disosialisasikan.

Pada tahap tersebut akan dibangun lanjutan dari Tasikmalaya menuju Pangandaran yang akan melintasi wilayah Ciamis.

Bacaan Lainnya

dibahas pada acara Expose/Pra Persiapan Rencana Pengadaan Tanah Dalam Rangka Pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Pangandaran di Provinsi Jawa Barat.

Sosialisasi tersebut berlangsung di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Kamis (23/7/2020), yang dihadiri oleh Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M.

Menurut Herdiat, pembangunan jalan tol Bandung-Cilacap saat ini untuk pembangunan tahap ke 2 sudah mulai sosialisasi, dan menyampaikan wilayah yang terlewati.

Iya akan melintasi Ciamis melalui jalur selatan, 4 kecamatan dengan 22 desa dan 1 kelurahan akan terlewati,”

Untuk pembangunan jalan tol tahap ini akan dimulai pada Tahun 2022 setelah tahap pertama selesai.

Pemerintah menargetkan pada akhir Tahun 2020, Penentuan Lokasi (Penlok) sudah selesai, dan 2021 mulai pembebasan lahan.

Dan Saat ini Berharap pada pembebasan lahan tersebut aman serta tidak menemukan kendala yang berarti terutama dari pemilik lahan.

Sehingga jika pembebasan lahan lancar, pembangunan Jalan Tol Bandung-Cilacap pun akan lancar.

Proyek jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) saat ini mulai memasuki tahap pembebasan lahan usai lokasi sudah ditentukan.

Sesuai rencana, memasuki tahun 2021 ini memang mulai ada pembebasan lahan dan diharapkan pembangunan bisa dimulai pada tahun 2022.

Jika pembangunan tak ada kendala dan berjalan sesuai rencana, Jalan Tol Cigatas akan bisa digunakan pada tahun 2024.

Namun berdasar kondisi terbaru dari upaya pembebasan lahan jalan Tol Cigatas, muncul calon tanah yang menghambat proyek.

Untuk wilayah Ciamis terdapat 2.400 pemilik bidang tanah yang akan terpakai, dan melintasi 4 kecamatan di Ciamis.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol tersebut, Ade Sudrajat saat menghadiri sosialisasi di Tasikmalaya menyampaikan progres pembangunan.

“Kita terus membahas penentuan lokasi dari mulai Bandung, Soreang, Garut, Tasik, Ciamis hingga Pangandaran, penlok target selesai Desember 2020,” jelasnya.

Sejauh ini menurut Ade, pembahasan Penenntuan Lokasi (Penlok) tidak mengalami kendala yang berarti, sehingga ditargetkan penlok selesai Desember 2020.

Ade menyampaikan, yang paling penting pembebasan lahan, karena biasanya yang lama itu saat proses pembebasan lahannya.

Jika pembebasan lahan yang akan dimulai pada Tahun 2021 tidak mengalami kendala, Tahun 2024 Jalan Tol Bandung-Cilacap sudah beroperasi.

“Pembangunan mah cepat, dalam 2 tahun bisa selesai, yang lama itu biasanya proses pembebasan lahan dari masyarakat,” ujar nya

Pembangunan Jalan Tol Bandung-Cilacap terus mengalami progres, targetnya pada 2024 jalan tol sepanjang 206,6 km sudah mulai bisa digunakan.

Sementara itu Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman terkait dengan pembebasan lahan di wilayahnya meminta kerja sama atas semua pihak.

Saat sosialisasi Budi mengundang lurah-lurah yang wilayahnya terlintasi oleh jalan tol tersebut, selanjutnya informasi yang diperoleh agar disebarkan pada masyarakatnya.

Lurah menurut Budi, selain membantu administrasi di wilayah kelurahannya, juga harus mulai melakukan pendekatan pada masyarakat dan administrasinya disiapkan.

Menurut Budi saat pendekatan tersebut untuk kepentingan administrasi, yaitu harus diketahui lahan milik siapa serta statusnya seperti apa.

Hal tersebut sangat penting untuk kepentingan proses penentuan lokasi jalur jalan tol yang akan digunakan.

“Jadi saya minta pada lurah untuk segera memberikan informasi tentang hal ini,” jelas Budi saat menghadiri sosialisasi di Tasikmalaya.

Seperti diketahui bersama jalan tol tersebut akan menghubungkan Gedebage, Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran hingga memasuki wilayah Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.

Jalan tol yang menghubungkan 2 provinsi sepanjang 206,6 kilometer tersebut estimasi akan menghabiskan anggaran Rp. 57 triliun.

Untuk pembangunan di Jawa Barat dari Gedebage, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran akan melintasi tujuh kabupaten/kota yang berada di Jawa Barat.Dan Seperti yang dialami warga Desa Tanjungkarang, Kecamatan Cigalontang, sejumlah orang tak dikenal mulai mendatangi warga.

“Tak tanggung-tanggung mereka datang dengan membawa uang tunai,” kata Kepala Desa Tanjungkarang, Lalan, saat ditemui Jumat (21/5).

Lalan mengungkapkan, pihaknya pun sudah kedatangan petugas dari Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya.

“Kedatangan mereka dalam rangka persiapan pembebasan lahan yang akan terlintasi Tol Cigatas di desa kami,”

Lahan yang harus dibebaskan sejumlah 13 ribu bidang pemilik tanah yang berada pada 32 kecamatan. Proses pembebasan lahan akan dimulai pada 2021.

Apabila proses pembebasan lahan lancar, pembangunan jalan tol pada 2022 sudah bisa dimulai, dan target pada 2024 beroperasi bisa tercapai.

Menurut informasi, untuk pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih 2 tahunan, namun target ini bisa dicapai apabila proses pembebasan lahan tepat waktu.

Untuk kelancaran pembangunan jalan tol, pemerintahan sampai dengan desa atau kelurahan melakukan pendekatan serta sosialisasi pada masyarakat di wilayahnya.

Hal itu Agar pembangunan Jalan Tol Bandung-Cilacap sesuai dengan waktu yang telah direncanakan, serta membawa dampak positif pada semua pihak.

Ujang Hudan Supardan/red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *