Kecamatan Cisompet Garut Lakukan Lockdown

KeizalinNews.Com, Cisompet Garut – Dengan Jumlah warga yang Bertambah terkonfirmasi positif covid-19 di Beberapa kampung di Desa Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga bertambah menjadi kurang lebihnya 54.

Camat Cisompet Rahmat Alamsyah mengatakan jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat, lantaran dilaporkan warga melakukan kontak fisik dengan pasien terkonfirmasi itu. Apa lagi setelah lebaran idul Fitri sewaktu tempat-tempat wisata di daerah laut pantai selatan pameungpruk kabupaten di buka dan menjadi warga pada datang untuk berwisata ke setiap pantai selatan Garut.Dan sekarang di bantu oleh pengobatan suntik vaksin yang di lakukan dengan 28 hari sekarang sudah hampir 2 hari di laksanakan vaksin tersebut.

Bacaan Lainnya

Saat ini, kata Rahmat, seluruh pasien terkonfirmasi positif covid-19 tersebut berada di Gedung Olahraga (Gor) “Paling banyak dari RW 1 Panyindangan dan desa juga kampung lainnya di kecamatan Cisompet kalau yang di lain kita isolasi di rumah masing-masing, sementara satu RW itu kita ‘lockdown’, sementara warga yang dari luar RW yang terkena kita bawa ke Gor Desa agar pengawasannya mudah,” Rahmat menyebutkan, lonjakan kasus di daerahnya itu terjadi setelah libur hari raya Terpantau, banyak orang di kampung tersebut tidak mematuhi protokol kesehatan.

Ia pun berharap, penularan covid-19 tidak meluas, lantaran kapasitas gor desa kurang mencukupi serta fasilitas lain pun kurang representatif dijadikan ruang isolasi

“Sementara belum ada yang dirujuk ke rumah sakit, rata-rata gejala ringan, seperti hilang penciuman dan beberapa juga ada yang demam,” katanya Kampung di desa tersebut saat ini terpaksa diberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM). Kasus tersebut bermula saat ada seorang warga yang mengeluhkan kehilangan penciuman pada Jumat (11/6/2021).

Sehari setelahnya, warga tersebut diperiksa dengan hasil awal 20 s/d 29 dan sekarang sudah Tamba banyak yang terkonfimasi positif covid-19 Berdasarkan informasi, sebanyak 200 jiwa dari 98 kepala keluarga (KK) di kampung tersebut diminta tetap bertahan dan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penularan Selama waktu pembatasan tersebut, seluruh kebutuhan untuk masyarakat bakal ditanggung oleh pemerintah setempat.

Setelah di ketahui banyak nya yang positif Corona maka di tiap kantor desa, kecamatan,dan Pemda atau Capil di kabupaten Garut di Lockdown supaya dapat mengurangikan yang akan terjadi di masa pandemi ini Jadi yang akan melakukan pembuatan masalah data pribadi seperti KTP,KK,Akte dan lainnya di hentikan untuk sementara selama kira-kira 2 mingguan selanjutnya Makai Secara online,Disiapkan Desa dan kabupaten, karena kalau lockdown harus memenuhi kebutuhannya maka pergerakan mereka dibatasi,”

Berdasarkan informasi, kasus corona di Kabupaten Garut menembus angka 12.718 kasus, dari angka tersebut sebanyak 1.964 kasus isolasi mandiri, 552 kasus isolasi di rumah sakit, 9.632 kasus dinyatakan sembuh, dan 570 kasus meninggal duni.Dan di tiap wisata di Pameungpeuk Garut seperti wisata pantai juga ikut di Lockdown dan tutup sementara untuk yang mau berwisata ke pantai, seperti Sayang Heulang Karang paranje Cijeruk, Santolo dan yang lainnya tidak bisa masuk karena di Lockdown dan ta’ati protokol kesehatan yang baik dan benar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *