Pembagian Masker Dan Handsanitazier Wakil Walikota Bandung Kunjungi Pasar Sederhana

  • Whatsapp
Simbolis Pembagian Makser Dan h Handsanitazier Oleh Wakil Wali Kota Bandung

KeizalinNews.Com | Bandung – Kunjungan wakil walikota Bandung Yana Mulyana dalam rangka pembagian masker dan hand sanitasier, untuk mengantisipasi penyebaran virus covid 19

Sebelumnya kepala pasar sedehana ikhsan derajat, mengatakan akan ada kunjungan wakil walikota bandung untuk membagikan masker dan hand sanitasier suntuk 100 orang dipasar sederhana

Bacaan Lainnya

Pembagian masker gratis ini dilakukan untuk upaya pencegahan covid 19 khususnya dikota bandung, karena tingkat penyebaran covid 19 di bandung masih mengkhawatirkan.

Kepala Pasar Sederhana Ikhsan Derajat

Pembagian masker dan hangsanitazier secara simbolis dilakukan wakil walikota, yang diberikan kepada masyarakat yang memebutuhkan, selanjutnya penyerahkan masker dan handsanitazier akan dilakukan oleh panitia, yang dalam hal ini unsur pegawai perumda pasar juara bandung dan di bantu oleh pihak pemerintah setempat

Sumber pusat covid 19 kota bandung, Total kasus terkonfirmasi 42.493 orang, konfirmasi aktif 95 orang, konfirmasi sembuh 40.977 dan meninggal 1.421 orang.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tak hentinya meningatkan agar warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Utamanya, terkait penggunaan masker dan menjaga kebersihan tangan sebagai tameng individu.

Ia menuturkan, saat ini kondisi penanganan pandemi Covid-19 di Kota Bandung sudah terkendali dengan baik. Namun hal itu tak lantas membuat abai terhadap protokol kesehatan.

Untuk itu, ia sangat berterima kasih kepada tim dari gerakan “Bandung Merdeka Dari Covid-19” yang berkenan untuk berkolaborasi memberikan bantuan masker dan handsanitizer.

Di samping membutuhkan fungsinya, pembagian masker juga sebagai simbolis bahwa disiplin protokol kesehatan jangan sampai menurun.

“Ini adalah salah satu ikhtiar kita. Karena protokol kesehatan, salah satunya penggunaan masker menjadi sangat penting agar terhindar dari paparan virus,” katanya saat pembagian masker di Pasar Sederhana, Rabu (6 Oktober 2021).

Khusus kepada pedagang, ia menegaskan, protokol kesehatan menjadi sangat penting. Sebab para pengunjung pasar tidak terdeteksi latar belakang kesehatannya.

Sebagai langkah pertama, lanjutnya, para pedagang wajib disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai proteksi diri.

“Mudah – mudahan dengan pembagian masker, para pedagang bisa melindungi dirinya. Karena kita tidak pernah tahu pembeli datang dari zona apa. Jadi bisa melindungi dirinya sendiri dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Wakil wali kota mengungkapkan, dari pemantauan di lapangan dan survei Dinas Kesehatan, saat ini disiplin protokol kesehatan di tengah masyarakat sedikit menurun. Utamanya soal penggunaan masker ketika beraktivitas.

Dicontohkan, di sejumlah negara saat ini kembali terjadi lonjakan kasus paparan Covid-19. Padahal negara tersebut telah mencapai angka vaksinasi yang sangat tinggi. Hal itu akibat warganya terlena dan mengabaikan protokol kesehatan.

“Jangan abai, jangan euphoria, tetap saja prokes. Karena meskipun nanti vaksin selesai 100 persen, kita tetap harus adaptasi dengan kebiasaan baru. Salah satunya penggunaan masker,” ulasnya.

Sementara itu, inisiator gerakan Bandung Merdeka Dari Covid-19, Asep Warlan Yusuf mengaku menyediakan 2.000 paket protokol kesehatan yang terdiri dari masker dan handsanitizer. Serta 100 paket sembako yang khusus dibagikan di Pasar Sederhana.
”Selain di pasar, target lainnya yaitu DKM atau masjid dan tempat – tempat yang berpotensi ada kerumunan seperti sekolah,” kata Asep.

Menurut Asep, gerakan “Bandung Merdeka Dari Covid-19” sebagai pemantik kesadaran masyarakat untuk bergandengan tangan bersama pemerintah menangani pandemi Covid-19. Sebelumnya, gerakan ini sudah melaksanakan doa bersama dan penggalangan dana melalui konser amal.

Oleh karenanya, selain dari 5 M, ungkap Asep, dalam rangka penanganan Covid-19 juga sekaligus mengampanyekan tambahan 3M. Yakni Mau divaksin, Membantu sesama, dan Memperkuat doa.

“Kami ingin memperluas interaksi dengan yang lain. Makanya itu mau divaksin. Kemudian ketujuh membantu sesama dan memperkuat doa. Tambahan ini untuk membangun kebersamaan dengan masyarakat lain,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *