Heru Cipto Nugroho : Gabungnya PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PPP Ditambah PAN Koalisi ke Pemerintah, Nasib Anies Baswedan Nyapres 2024 Semakin Sulit

KEIZALINNEWS Jakarta – Menjelang pesta demokrasi Pemilu Serentak 2024 mendatang, Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipimpin oleh  Zulkifli Hasan Alias Zulhas sebagai Ketua Umum PAN saat ini masih sangat kompak, solid dan demokratis.

Namun setelah Ketum PAN Zulkifli Hasan menjadi Menteri Perdagangan Koalisi Kabinet Indonesia Maju untuk sisa masa jabatan periode tahun 2019-2024  yang secara resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo.

Bacaan Lainnya

Dengan berlandaskan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64/P Tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024 tersebut.

Pemerhati Sosial Politik Cinta Negara Indonesia (Sospol CNI) Heru Cipto Nugroho menanggapi pertanyaan sejumlah awak media massa di Kantornya Tebet Jakarta Selatan , Kamis (16/6/2022).

Terkait bergabungnya PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PPP Ditambah PAN masuk Koalisi ke Pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH, sehingga apakah  kemungkinan nasib Anies Baswedan menuju Capres 2024 Semakin Sulit.

Menurut Pemerhati Sospol CNI, Heru Cipto Nugroho memang segala kemungkinan menjelang Pilpres 2024 mendatang, peta politik akan terus berubah, seiring terbentuknya poros koalisi KIB ditambah Ketum PAN Zulkifli Hasan menjadi Menteri Perdagangan koalisi Kabinet Indonesia Maju.

“Sehingga menurut saya sebagai pemerhati sosial politik menilai nasib Anies Baswedan menuju Capres 2024 Semakin Sulit,” ungkap Heru Cipto Nugroho biasa disapa Heru CN alias Heru Kumis.

Lanjut Heru CN pasalnya hampir seluruh Ketum Partai Politik berkoalisi ke Penerintah Presiden Jokowi, diprediksi untuk mengusung salah satu pasangan Capres 2024 diantaranya Ganjar Pranowo, Prabowo, Ridwan Kamil ,Eric Thohir sehingga dapat melanjutkan program estapet roda kepemimpinan Presiden Jokowi.

“Sedangkan masih terlihat konsisten mendukung Anies Baswedan menjadi Capres 2024 hanya tersisa Ketum PKS dan Ketum Demokrat, walaupun demikian  masih terlihat gamang apakah tetap bertahan menjadi Oposisi dengan Capresnya  Anies Baswedan atau justru malah sebaliknya menunggu dimenit-menit terakhir masuknya ke dalam koalisi  Pemerintah mendukung salah satu Capres terkuatnya Ganjar Pranowo dan Prabowo.” Ujar Heru CN.

Lebih lanjut Heru CN menjelaskan melihat peta politik yang semakin mengerucut bisa saja, segala kemungkinan ada dua poros koalisi pemerintah untuk mengusung Capres 2024 diantaranya yakni

PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, PPP Ditambah PAN. Sementara PKS dan Demokrat bisa gabung mengikuti salah satu dari poros koalisi pemerintah tersebut.

“Maka saya selaku pemerhati sospol  memprediksi ada dua Poros Koalisi Pemerintah yakni  PDIP-Gerindra akan mengusung Pasangan Capres 2024 Prabowo – Puan Maharani. Sedangkan poros koalisi pemerintah Golkar, PKB, PPP, Nasdem dan PAN akan mengusung pasangan Capres Ganjar Pranowo – Eric Thohir/ Ridwan Kamil, ” jelasnya

Sambung Heru CN kemungkinan di detik- detik akhir yang akan berubah Partai Nasdem tentunya karena Loby-loby politik Jusuf Kalla disamping itu juga Kenapa Partai Nasdem berani Karena ingin naik Elektabilitasnya dan ingin naik jumlah perolehan Kursi di DPR.

Lanjutnya sehingga jika hanya dua poros koalisi Pemerintah, maka Capres Oposisi yang diusung Demokrat dan PKS  yakni orang nomor satu di DKI Jakarta Anies Baswedan akan terjegal dan semakin sulit menuju Capres 2024.

“lantaran Gubernur DKI Jakarta Anies tersebut, tidak mempunyai kendaraan partai politik untuk nyapres,” pungkasnya.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.